|
Kartu @ Tuesday, September 27, 2005
Babad Tanah Mongol[ia]
![]() Kartu dari Mongolia ini seperti sebuah babad [klik gambar kecil untuk memperbesar]. Raja Sekop dengan mangkok di tangan, adakah dia Jengis Khan yang bernama asli Temujin [1155-1167]? Mangkok apakah itu? Atau cawan — tapi kok terlalu besar? Raja Klover [ah, lebih enak Raja Semanggi] menerepong dengan teleskop, alat penting untuk bangsa penjelajah yang tak gentar berperang. Ratu Berlian dengan busana yang tampaknya mengilhami para desainer dalam merancang busana berkerudung. Jack [atau Joko saja ya, toh sama-sama nama umum untuk wong Jawa] dari Bani Jauhari [lha ya, wong mewakili diamond] sedang membuat api. Tapi api untuk apa? Memasak? Kenapa di dekat karpet? Ah, terlalu banyak pertanyaan di sini. Supaya kesebalan Anda komplet, lihatlah Joker. Bukan badut kocak, melainkan macan galak yang memegang anak panah, dan satunya lagi mengibarkan pataka. Peperangan dahsyat, memang bagian dari sejarah orang-orang Mongol. Merpati itu, adakah lambang perdamaian? Pepatah latin mengatakan si vis pacem para bellum: untuk mewujudkan perdamaian bersiagalah untuk perang. Berbau doktrin kewiraan dan Menwa — bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, tapi lebih utama lagi mencintai kemerdekaan. Eh, bukannya ini nilai universal? Diperoleh: 23 Maret 1996 * Kontributor: Seno Gumira Ajidarma * Asal kartu: Mongolia * Pembuat: HRG Tiskarna * Bahan: art carton * Cetak: offset |
| mpokb September 29, 2005 11:10 AM PDT dulu aye selalu mengira jack itu pangeran, tapi kenapa gak ada tuan putri?? ternyata kalo ngikutin aturan terjemahan (blahblah, gubraks) dia itu budak. jadi raja, ratu, budak. jadi, budak itu maksudnya pembantu atau anak? bingung lagi.. :P | ||
| Leave a Comment: |